Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika melemah, menembus 14.500 per Dolar As, apa penyebabnya.?
Dolar AS menguat, nilai tukar rupiah anjlok.
Setelah Bank Indonesia mengumumkan suku bunga acuan/BI days reverse repo rate tetap pada 5,25 % pada pertemuan 18-19 juli lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar as anjlok sampai ke posisi 14.500 sampai akhir pekan ini.Badan ekonomi dari Bank Central Asia atau Bank BCA Menjelaskan nilai tukar rupiah yang melemah ini disebabkan sentimen eksternal. Hal itu sesuai dengan pernyataan pemerintah Amerika serikat yang mendukung kebijakan the federal reserve atau Bank Sentral as untuk menaikkan suku bunga acuan. Sentimen itu bisa mendorong adanya harapan the federal reserve untuk menaikkan suku bunga acuan tanpa adanya halangan.
Foto: riaumandiri.co
Presiden Amerika serikat tidak suka dengan kenaikan suku bunga ini, kemudian gedung putih menyatakan untuk mendukung the fed dan independensinya. Inilah sentimen eksternal yang mempengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar as.
BI atau Bank Indonesia diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga hingga the federal reserve menaikkan suku bunga nya. Dan diperkirakan nilai rupiah masih bergerak di kisaran 14.480-14.550 per dolar as pada Jumat kemarin.
Bila nilai tukar rupiah terhadap dolar as terus menerus melemah, hal ini sangat menghawatirkan, dan oleh sebab itu pemerintah Indonesia dan BI perlu berkoordinasi dan membuat langkah baru yang dapat mempertahankan nilai tukar rupiah. Diantaranya " Pemerintah akan membatasi impor yang tidak signifikan.
Bank Indonesia juga akan mengaktivasi ulang sertifikat Bank Indonesia (SBI) tenor sembilan bulan dan dua belas bulan. Hal tersebut dinilai dapat menarik investor asing ke Indonesia.
Sejak pagi sampai siang rupiah bergerak antara 14.474 per dolar as, dan dipatok di angka 14520 per dolar AS. Patokan kali ini melemah dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.418 per dolar.

0 Response to "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika melemah, menembus 14.500 per Dolar As, apa penyebabnya.?"
Post a Comment